Senin, 01 November 2010

Nining Sukardi: ANALISIS PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA LANGSUNG K...

Nining Sukardi: ANALISIS PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA LANGSUNG K...: "Oleh : Sri Mulyaningsih NIP. 19760618 199803 2 003 Penyusunan karya tulis ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengalokasian anggar..."

Nining Sukardi: KISAH PASUKAN GAJAH

Nining Sukardi: KISAH PASUKAN GAJAH: "Ringkasan kisah pasukan gajah adalah ketika Abrahah al-Habsyi gubernur Yaman melihat bangsa Arab berbondong-bondong ke Mekkah untuk menunaik..."

KISAH PASUKAN GAJAH

Ringkasan kisah pasukan gajah adalah ketika Abrahah al-Habsyi gubernur Yaman melihat bangsa Arab berbondong-bondong ke Mekkah untuk menunaikan haji. Maka ia membangun gereja besar di Shan’a dan ia ingin mengalihkan ibadah haji disana. Hal ini didengan oleh seseorang dari Bani Kinanah, salah satu suku Arab, lalu ia memasuki gereja tersebut dan melumuri temboknya dengan kotoran.

Tatkala mengetahui hal itu, Abrahah berkobar marah dan segera berangkat menuju Ka’bah dengan membawa pasukan yang berjumlah 600.000 personel untuk menghancurkan Ka’bah. Ia memilih untuk dirinya seekor gajah yang paling besar, sementara pada pasukannya terdapat sembilan ekor gajah. Ia melanjutkan perjalanannya hingga hamper tiba di kota Mekkah. Disana pasukannya bersiap-siap untuk memasuki kota Mekkah namun gajah-gajah tersebut diam dan tidak mau beranjak maju ke Ka’bah. Dan ketika mereka mengarahkannya kea rah lain, gajah-gajah tersebut bangkit dan bergegas melangkah. Namun ketika mereka palingkan ke Ka’bah lagi, gajah-gajah tersebut kembali diam tak bergerak.

Ketika itulah, Allah mengutus kepada mereka burung-burung Ababil (yang berbondong-bondong) untuk melempari mereka dengan batu yang berasal dari tanah yang terbakar, dan membuat mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat. Setiap burung membawa tiga buah batu, satu diparuh dan yang dua lainnya di kedua kakinya. Mereka laksana kambing curian, dan tiada seorang pun dari mereka yang terkena batu tersebut melainkan anggota tubuhnya terpotong-potong untuk kemudian hancur. Mereka berhamburan keluar dan berguguran di jalan. Sedangkan Abrahah sendiri terserang penyakit yang membuat ujung-ujung jemarinya rontok, dan ia sampai ke Shan’a dalam kondisi seperti anak burung. Hingga akhirnya ia pun menemui ajalnya.

Kisah ini terjadi 50 hari sebelum kelahiran nabi Muhammad SAW.

ANALISIS PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA LANGSUNG KABUPATEN KULON PROGO

Oleh : Sri Mulyaningsih
NIP. 19760618 199803 2 003



Penyusunan karya tulis ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengalokasian anggaran belanja langsung pada APBD Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2008, 2009 dan 2010.
Analisis data dilakukan dengan menganalisis perhitungan proporsi pengalokasian anggaran per urusan pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2008, 2009 dan 2010.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa selama tahun anggaran 2008 s/d 2010 terjadi ketimpangan alokasi anggaran belanja langsung antar urusan. Terdapat empat urusan yang mendapat alokasi anggaran yang besar yaitu urusan Kesehatan proporsi anggaran rata-rata sebesar 21,92%, diikuti urusan Pendidikan rata-rata sebesar 21,38%, urusan Pekerjaan Umum rata-rata sebesar 18,35% dan urusan Otonomi Daerah Pemerintahan Umum Administrasi Keuangan rata-rata sebesar 15,74%. Sehingga secara keseluruhan 77,39% dari total anggaran belanja langsung terkonsentrasi pada keempat urusan tersebut, selebihnya 22,6% didistribusikan pada tiga puluh urusan lainnya.
Pada sisi lain urusan industri, urusan pertanian dan urusan energi dan sumber daya mineral yang menjadi potensi unggulan mendapat proporsi anggaran yang kecil yaitu 0,26% untuk industri, 3,24% untuk urusan pertanian dan 0,14% untuk urusan energi dan sumber daya mineral.

Kamis, 28 Oktober 2010

Nining Sukardi: KEUTAMAAN TAUHID DAN HAL-HAL YANG BERTENTANGAN DEN...

Nining Sukardi: KEUTAMAAN TAUHID DAN HAL-HAL YANG BERTENTANGAN DEN...: "

KEUTAMAAN TAUHID DAN HAL-HAL YANG BERTENTANGAN DENGANNYA (1)



Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam kepada Rasulullah.
Saudaraku seiman, berikut ini kalimat ringkas tentang keutaam tauhid serta peringatan terhadap hal –hal yang bertentangan dengannya, berupa syirik dan berbagai macamnya, dan bid’ah dengan segala ragam dan coraknya, baik yang kecil maupun yang besar.
Sesungguhnya, tauhid adalah kewajiban pertama yang diserukan oleh para rasul, dan ia merupakan landasan dari misi dakwah mereka. Allah Ta’ala berfirman :
“ Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilan Thaghut”. (QS. An Nahl:36)

Tauhid adalah hak Allah yang paling besar atas hamba-hamba-Nya. Di dalam kitab ”Ash Shalihin” (Shahih Bukhary dan Shahih Muslim) diriwayatkan Mu’adz, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
”Hak Allah atas hamba-hamba-Nya ialah, bahwa mereka beribadah (hanya) kepada-Nya dan mereka tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain”
Maka barang siapa yang telah merealisasikan tauhid, dialah yang berhak masuk surga. Dan sebaliknya, barangsiapa yang melakukan atau meyakini sesuatu yang bertentangan dan berlawanan dengannya, maka dia akan jadi penghuni nerakan.
Demi eksisnya tauhid, Allah memerintahkan para rasul memerangi kaumnya sampai mereka (mau) beriman kepadanya. Rasulullah SAW bersabda :
”Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mereka (mau) bersaksi; bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah”. HR Bukhary dan Muslim.

Merealisasikan tauhid adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Sedangkan menyalahinya merupakan jalan yang menjerumuskan ke jurang kesengsaraan. Merealisasikan tauhid adalah sarana untuk menyatukan umat, merapatkan barisan dan mencapai kebersamaan dan kesepakatan. Dan segala cacat (kekurangan) dalam pelaksanaan tauhid merupakan puncak perpecahan dan kehancuran.
Ketahuilah wahai saudaraku, -semoga Allah merahmati kita semua- bahwa tidak semua orang yang mengucapkan kalimat : ”Laa ilaaha illa Allah”, serta merta menjadi orang yang sudah bertauhid (merealisasikannya). Akan tetapi menurut para ulama, agar menjadi seorang yang bertauhid (muwahhid) mesti memenuhi tujuh syarat berikut ini :
  1. Ilmu, yaitu mengetahui makna dan maksud dari kalimat tauhid itu, baik dalam hal menetapkan (itsbat) maupun menafikan (nafy). Maka tiada (yang berhak) disembah selain Allah.
  2. Yakin, yaitu meyakini dengan seyakin-yakinnya akan komitmen (dari kalimat tauhid itu)
  3. Menerima dengan hati dan lisan (perkataan) segala konsekwensinya
  4. Tunduk dan patuh kepada segala yang dikehendakinya
  5. Benar dalam mengatakannya. Artinya apa yang dikatakannya dengan lidah mesti sesuai dengan apa yang diyakininya dalam hati
  6. Ikhlas dalam melakukannya, tanpa dicampuri riya
  7. Mencintai kalimat tauhid ini dengan segala konsekwensinya

Saudara-saudaraku seiman!
Sebagaimana wajibnya merealisasikan tauhid serta memenuhi syarat-syarat kalimat : ”Laa ilaaha illa Allah”, kita mesti juga takut dan berhati-hati terhadap syirik, pintu-pintu dan tempat-tempat masuknya, baik itu yang kecil maupun yang besar. Karena sesunggunya sebesar-besar kezhaliman adalah syirik. Allah Ta’ala mau mengampuni semua dosa hamba-Nya. Dan barangsiapa yang terjerumus kedalamnya, Allah haramkan baginya surga dan tempat kembalinya adalah neraka. Allah Ta’ala berfirman :
”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. QS. An Nisaa’: 48.

Dan berikut ini kita kemukakan beberapa hal yang bertentangan atau dapat merusak tauhid, sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama, agar anda berhati-hati terhadapnya: ....(bersambung)

Rabu, 27 Oktober 2010

Nining Sukardi: RAHASIA MENUJU SUKSES

Nining Sukardi: RAHASIA MENUJU SUKSES: "Banyak orang berpikir bahwa utk menjadi orang yang sukses itu sulit. Sebenarnya untuk menjadi orang yang sukses tidaklah begitu sulit asal a..."

AYAH… sudahkah mencoba ngobrol dengan anak-anak? Alhamdulillah jika sudah dan teruskan hal itu sesering mungkin sambil kita belajar terus...