Senin, 14 November 2016

Ayo ikutan jadi mombassador-sgm-eksplor
buka link ini ya http://emak2blogger.com/2016/11/14/mombassador-sgm-eksplor/

Kamis, 03 November 2016

AKSI DAMAI BELA AL QURAN 4 NOV

Mengocehlah.... Agar Jakarta tak seperti Granada (Spanyol)

(1). Apa yg menyebabkan kerajaan Granada, sbg salah satu kerajaan Islam terkuat di Eropa, akhirnya runtuh?


(2). Jawaban pastinya adalah karena serangan musuh.

(3). Tapi serangan musuh tentu tidak serta merta dilakukan begitu saja. Banyak faktor yg harus diperhitungkan. Salah satunya adalah 'timing' yg pas.

(4). Utk mengetahui kapan 'timing' yg pas, raja Ferdinand dari Aragon perlu mengutus mata2.

(5). Yg dilakukan sang mata2 cukup sederhana : pantau 'ocehan' masyarakat Granada.

(6). Satu waktu ia melihat anak kecil menangis. Dihampirinya sang bocah dan bertanya ttg apa yg menyebabkannya menangis?

(7). "Aku menangis karena anak panahku tidak tepat sasaran", jawab sang bocah. "Bukankah kamu bisa mencobanya lagi?", kata sang mata2.

(8). Jawaban sang bocah cukup mengejutkan. "Jika satu anak panah saya gagal mengenai musuh, apa mungkin musuh memberi saya kesempatan utk memanahnya lagi?"

(9). Mendengar 'ocehan' bocah tsb, sang mata2 menyarankan raja Ferdinand utk tidak menyerang Granada saat ini. Anak kecilnya aja begitu, gimana org2 tuanya?

(10). Bbrp tahun kemudian sang mata2 kembali ke Granada dan dilihatnya seorang dewasa yg sedang menangis.

(11). "Mengapa kau menangis?" tanya si mata2. "Kekasihku meninggalkan aku", jawab si org dewasa tsb.

(12). Maka sang mata2 merekomendasikan inilah 'timing' yg tepat utk melakukan penyerangan.

(13). Tidak butuh lama, Granada sbg benteng terakhir kaum muslimin di Eropa, dapat dikuasai dgn mudah.

(14). Puncak malapetaka bagi kaum muslimin Granada adalah dgn dibentuknya lembaga Inguisition (inkuisisi, pengadilan yang dibentuk oleh dewan gereja). Pilihannya hanya 2 : menerima ajaran katholik atau dibantai.

(15). Maka tamatlah riwayat kaum muslimin di Andalusia, dan Eropa secara keseluruhan.

(16). Mungkinkah tragedi Granada terulang di negeri kita? Bisa iya, bisa tidak. Tergantung apa 'ocehan' kita.

(17). Saya teringat sebuah ceramah dari 'Da'i Sejuta Ummat', (alm) KH. Zainuddin MZ. Beliau katakan: "Allah memang menjamin bahwa Islam akan terus ada di muka bumi hingga akhir zaman; namum Dia tidak menjamin bhw Islam akan terus ada di Indonesia."

(18). Spt mata2 di Granada dulu, musuh2 Islam saat ini jg sedang memata-matai kita. Menunggu 'timing' yg pas.

(19). Bahkan kini mrk tak perlu repot2 terjun langsung ke lapangan utk mengetahui isi ocehan dan obrolan kita.

(20). Cukup pantau sosial media dan simak tema2 apa yg menjadi concern kaum muslimin. Suka berdebat atau bersatu.

(21). Utk saat ini bolehlah kita bernafas lega. Namun tetap bersiaga.

(22). Bahwa disaat MU kalah telak oleh Chelsea, kita masih 'ngoceh' soal penindasan saudara kita di Suriah dan Palestina.

(23). Bahwa tatkala valentino rossi terjatuh, kita masih 'ngoceh' ttg qur'an yg dinistakan.

(24). Bahwa ditengah dukungan terhadap adik Rachel di Voice Kids Indonesia, kita juga semangat mendukung petisi2 online yg digalang utk memenjarakan ahok.

(25). Bahwa saat media aktif menyoroti kasus pembunuhan mirna, kita masih 'ngoceh' tentang pemerintahan yang makin bobrok.

(26). Bahwa saat amerika dan yahudi memunculkan kembali opini bentuk bumi bulat atau datar dengan video _Flat Earth_-nya, kita tetap 'ngoceh' tentang bahayanya gerakan syiah, komunis, kristenisasi, liberalisme dan lainnya.

(27). Ini tanda dan mjd pesan bagi musuh bhw ghiroh jihad itu blm luntur dari dada kaum muslimin.

(28). Apalagi kemudian terbukti bhw kita tidak sekedar besar ngoceh di sosial media, tapi juga wujud di dunia nyata.

(29). Jutaan kaum muslimin, tidak hanya di Jakarta, tapi di berbagai tempat hadir dalam aksi-aksi pembelaan terhadap kehormatan agama yg dilecehkan, dan puncaknya insya Allah pada 4 November nanti.

(30). Ini jelas membuat musuh ketar-ketir meski di back up kekuasaan sekalipun.

(31). Apalagi setelah ustadzuna, KH. Tengku Zulkarnain (wasekjen MUI) menyampaikan 'ocehan' nya: "Wahai Para Penjilat dan Penjual Agama! Berhenti lah Menghina Kami Umat Islam. Nanti Jika Kami Teriakkan JIHAD AKBAR, Kalian Musnah."

(32). Maka jangan anggap remeh meski sekedar 'mengoceh' di dunia maya utk membela Islam. Krn bisa jadi inilah yg membuat mrk berfikir ulang utk menyerang kita. #Granada

(33). Ini ocehanku mana ocehanmu?

Ocehan karyawan yg terjepit di KRL.

I like monday

31/10/2016

-ERWIN-

Senin, 30 Mei 2016

Ternyata Ketika Tidur Roh Kamu Pergi ke Tempat Ini

BeritaMuslim. Tidur adalah waktunya istirahat di mana kita tahu bahwa otak dan tubuh kita semuanya mengambil waktu rehat setelah bekerja seharian. Namun, tidur juga kerap dianggap sebagai kematian kecil yang terjadi pada manusia karena dalam saat kita tidur, kita berada dalam keadaan tidak sadar. Diketahui juga bahwa roh kita akan meninggalkan tubuh kita yang tengah terbaring di atas tempat tidur. Yang membuat penasaran dan membuat orang bertanya-tanya adalah jika memang benar roh kita pergi saat kita tidur nyenyak, ke mana ia akan pergi?


Memang rasa-rasanya akan sangat sulit untuk melakukan penelitian tentang hal ini, namun rupanya jika membaca Al-Qur’an secara teliti, maka di sana sudah ada penjelasan lengkapnya di mana Allah menyatakan firman-Nya bahwa jiwa seseorang dipegang Allah ketika matinya orang tersebut dan jiwa seseorang juga dipegang oleh-Nya meskipun belum mati dan pada waktu istirahat dalam tidur. 

Jiwa orang tersebut ditahan oleh Allah yang sudah Ia tetapkan kematiannya dan jiwa yang lain pun akan dilepaskan oleh Allah hingga waktu yang sudah ditentukan. Sebenarnya dari situlah ada tanda-tanda kuasa Allah yang telah ditunjukkan kepada mereka para ahli yang disebut kaum berpikir.

Roh manusia menurut Islam adalah seperti itu, yang intinya memang jiwa seorang manusia sudah jelas dipegang Allah ketika meninggal, tapi kenyataannya adalah bahwa tidak hanya saat orang itu meninggal saja jiwanya ada pada Allah. Allah pun bertanggung jawab dan menahan jiwa orang-orang yang belum mati; Dia menahannya ketika orang-orang tersebut sedang istirahat dalam tidur. Itulah tanda betapa besar kuasa Allah yang bertanggung jawab atas manusia ciptaan-Nya tidak hanya ketika mereka bangun tapi juga ketika saat dalam keadaan tidur. Jadi, bisa dipastikan bahwa roh kita sangat aman karena jiwa kita dipegang oleh Allah sendiri.

Dari ayat tersebut, kita manusia menjadi tahu betul kemana ruh pergi saat manusia tidur. Jadi, roh kita bukan jalan-jalan ke mana saja secara sembarangan tapi memang jiwa kita dipegang secara aman oleh Sang Pencipta kita sendiri. Oleh karena itu seharusnya kita tidur seperti yang disabdakan oleh Rasulullah.

Rasulullah dalam sabdanya mengatakan bahwa seseorang yang bangun dari tempat tidurnya, dan kembali lagi, kainnya harus dikibas-kibaskan sebanyak tiga kali sebelum beranjak melanjutkan tidur dan naik ke atas tempat tidur lagi. Sebenarnya, orang tersebut tidak pernah tahu apa yang terjadi ketika dia meninggalkannya. Kemudian jika membaringkan tubuh, disarankan untuk membaca doa khusus menyebut nama Allah yang intinya berserah diri kepada Allah dan mempercayakan hidup sepenuhnya di tangan-Nya yang memelihara hamba-hamba-Nya yang shalih.


Ada saran baik bahwa sebelum berangkat tidur untuk beristirahat setelah seharian melakukan aktivitas, jangan lupa untuk melakukan wudhu lebih dulu. Banyak yang percaya bahwa terkadang tidur yang tidak bisa nyenyak itu karena diganggu oleh makhluk halus dan semacamnya, maka dengan berwudhu, hal ini akan melindungi kita dari gangguan si jahat dalam bentuk apapun. Ditambah dengan doa yang disarankan sebelumnya, makin lengkaplah senjata perlindungan yang kita punya dan tidak perlu khawatir sebab Allah-lah yang memberikan perlindungan sepenuhnya. Wudhu akan sangat berguna untuk menjaga tubuh kita juga tetap dalam keadaan suci bahkan ketika sebelum tidur. Jadi, sudah jelas di sini dan telah terjawab dimanakah ruh kita saat tidur.

Rabu, 30 Maret 2016

Ilmuwan Besar Perancis Peluk Islam Usai Bedah Mumi Firaun

Dream - Maurice Bucaille lahir, besar dan sepenuhnya menimba ilmu di Perancis. Setelah menamatkan pendidikan menengah atas, ia belajar di Fakultas Kedokteran, Universitas Prancis. Kemudian menjadi dokter bedah terkenal dan terpintar yang pernah dimiliki Perancis modern. Namun, cerita keislamannya mampu mengubah hidupnya dan belakangan menginspirasi banyak orang.  Siapa sang profesor yang sangat dikagumi ini, silahkan baca profilnya di sini http://bit.ly/1sAIenf
Apa saja hasil karya sang profesor dan bagaimana cara dia menemukan Islam dan dunia keilmuan silahkan baca pada tautan ini http://bit.ly/1lTkkf3
Sebagaimana luas diketahui, Perancis terkenal sebagai negara yang tertarik dengan arkeologi dan budaya. Di akhir 80an, Perancis meminta Mesir untuk mengirimkan mumi Firaun untuk dilakukan serangkaian eksperimen dan penelitian.
Akhirnya mumi penguasa Mesir terkenal tersebut akhirnya tiba di Perancis. Mumi itu kemudian dipindahkan ke ruangan khusus di Monument Center. Para arkeolog, ahli bedah dan ahli anatomi mulai melakukan studi tentang mumi ini dalam upaya untuk menyelidiki misteri Firaun.
Dokter bedah senior dan ilmuwan yang bertanggung jawab atas studi tentang mumi Firaun adalah Profesor Maurice Bucaille. Sementara proses restorasi mumi berjalan, Maurice Bucaille sibuk dengan pikirannya. Dia mencoba untuk menemukan bagaimana Firaun ini meninggal.
Saat larut malam, ia menemukan penyebabnya. Sisa-sisa garam yang terjebak dalam tubuh mumi itu adalah bukti bahwa ia meninggal karena tenggelam dan mayatnya segera diangkat dari laut.
Terlihat jelas juga bahwa para pendeta Mesir kuno buru-buru mengawetkan tubuh Firaun tersebut. Tapi Maurice bingung dengan sebuah pertanyaan, bagaimana tubuh ini--dengan mengesampingkan tubuh mumi lainnya dari Mesir kuno-- tetap utuh hingga sekarang meskipun tubuhnya pernah tenggelam di laut.
Maurice sibuk memikirkan hal tersebut ketika seorang koleganya mengatakan tidak usah terlalu dipikirkan karena dalam Islam disebutkan bahwa Firaun ini memang tenggelam.
Pada awalnya, dia sangat tidak yakin dan menolak pernyataan tersebut. Dia mengatakan penemuan seperti itu hanya bisa diketahui melalui peralatan komputer canggih dan modern.
Maurice bertambah tercengang setelah koleganya yang lain mengatakan bahwa Alquran, kitab suci yang dipercaya muslim, menceritakan kisah tenggelamnya Firaun dan mengatakan tubuh tersebut akan tetap utuh meskipun ia telah tenggelam.
Maurice bertambah terkejut dan terus bertanya-tanya, dari mana kitab suci umat Islam ini mendapatkan data, sementara mumi tidak ditemukan sampai 1898. Selain itu Alquran juga baru diturunkan kepada umat Islam selama lebih dari 1400 tahun setelah peristiwa tenggelamnya Firaun. Mengingat juga sampai beberapa dekade lalu seluruh umat manusia termasuk muslim tidak tahu bahwa orang Mesir kuno mengawetkan firaun mereka?
Maurice Bucaille terjaga sepanjang malam menatap tubuh Firaun, berpikir mendalam soal kitab Alquran yang secara eksplisit mengatakan bahwa tubuh ini akan utuh setelah tenggelam.
"Bisakah dipercaya nabi Muhammad SAW tahu tentang ini lebih dari 1.000 tahun yang lalu ketika saya baru saja mengetahu hal itu?" pikir Maurice.
Pikiran Maurice malam itu dipenuhi berbagai pertanyaan dan keheranan tentang kitab suci umat Islam. Mumi tersebut akhirnya dikembalikan ke Mesir.
Jatuh Cinta dengan Alquran
Tapi, karena ia sudah tahu tentang kisah Firaun versi muslim, ia segera berkemas dan melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Kebetulan saat itu di Arab Saudi diadakan konferensi medis yang dihadiri banyak ahli anatomi muslim.
Di sana, Maurice memberitahu mereka tentang penemuannya, yaitu bahwa tubuh Firaun itu tetap utuh bahkan setelah ia tenggelam. Salah satu peserta konferensi membuka Alquran dan membacakan surat Yunus ayat 92 yang menceritakan kisah bagaimana tubuh Firaun diangkat dari dasar laut dan atas izin Allah, tubuh itu akan utuh agar menjadi bahan renungan bagi orang-orang yang berpikir sesudahnya.
Dalam kegembiraannya setelah dibacakan ayat tersebut, Maurice berdiri di hadapan para peserta konferensi berkata, 'Aku telah masuk Islam dan percaya pada Alquran ini'.
Saat kembali ke Perancis, Maurice Bucaille menghabiskan 10 tahun melakukan studi tentang kesesuaian fakta-fakta ilmiah saat ini dengan yang disebutkan dalam Alquran. Dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa Alquran tidak pernah bertentangan dengan satupun fakta ilmiah.
Dia kemudian menulis buku tentang Alquran yang menghebohkan seluruh negara-negara Barat, dengan judul, "The Bible, The Qur’an and Science, The Holy Scriptures Examined In The Light Of Modern Knowledge."
Buku tersebut sangat laris dan bahkan ratusan ribu eksemplar telah diterjemahkan dari bahasa Perancis ke bahasa Arab, Inggris, Indonesia, Persia, Turki dan Jerman. Bahkan tersebar ke hampir semua toko buku di seluruh dunia.
"Sisi ilmiah dari Alquran telah mengejutkan saya sejak awal, karena pikiran saya belum pernah melihat begitu banyak kajian ilmu pengetahuan yang disuguhkan secara akurat. Itu semacam cermin bagi ilmu pengetahuan yang sudah ditulis dalam buku-buku ilmiah selama ini padahal ilmu tersebut sudah ada lebih dari 13 abad yang lalu," sepenggal catatan kata pengantar Maurice dalam bukunya.
(Sumber: Onislam.net)

AYAH… sudahkah mencoba ngobrol dengan anak-anak? Alhamdulillah jika sudah dan teruskan hal itu sesering mungkin sambil kita belajar terus...